Sterilisasi 

Fakta:
@ seekor anjing betina dapat menghasilkan 67.000 anak dalam 6 tahun
@ seekor kucing betina dapat menghasilkan 379.192 anak dalam 6 tahun
@ di Bali saja, diperkirakan  600.000 s/d 1 juta anjing jalanan menghadapi  penyakit, kecelakaan , dan disantap oleh manusia.
@ Rabies tersebar di Indonesia dengan perkiraan 16.000 kasus gigitan / tahun karena jumlah anjing jalanan.
@ Pembunuhan anjing jalanan di Sukabumi (2005) membunuh sebanyak 108 anjing dengan racun.

Apa itu sterilisasi ?
Sterilisasi adalah mengangkat organ reproduksi anjing/kucing betina (atau disebut juga kastrasi pada pengangkatan testikel anjing/kucing jantan). Sterilisasi dilakukan melalui operasi dengan membiusnya terlebih dahulu oleh dokter hewan yang berkualifikasi. 
Tergantung dari kondisi fisik anjing/kucing, biasanya anjing/kucing akan dirawat selama beberapa jam atau beberapa hari paska operasi di klinik dokter hewan. Atau bisa dibawa pulang dan menjalani rawat jalan setelah dokter memastikan kondisi hewan sudah memungkinkan. 
Sebelum dilakukan prosedur sterilisasi atau kastrasi, dokter hewan akan menjelaskan semua hal yang bersangkutan dengan prosedur tersebut, dan mendiskusikan dengan anda kapan usia yang tepat bagi anjing/kucing untuk menjalankan prosedur ini.

Mengapa sterilisasi?
Sterilisasi Baik Untuk Anjing/kucing
•    Sterilisasi  membantu anjing hidup lebih sehat dan hidup 2.-3 tahun lebih lama.
•    Sterilisasi  menghindari resiko anjing/kucing betina terkena kanker rahim/indung telur/payudara apabila disteril sebelum berumur 6 bulan dan menghapuskan resiko kematian karena melahirkan.
•    Kastrasi pada anjing/kucing jantan sebelum berumur 6 bulan mengurangi resiko kanker testis, masalah prostat dan hernia  

Sterilisasi & Kastrasi Baik Untuk Anda
•    Kastrasi mengurangi kecenderungan anjing jantan untuk kencing dimana-mana.
•    Kastrasi membuat anjing/kucing jantan lebih tenang, mengurangi keinginan mereka untuk kabur dan berkelahi serta mengurangi kegelisahan selama musim kawin.
•    Sterilisasi menghilangkan siklus haid anjing betina sehingga anda terbebas dari bercak-bercak darah di rumah anda. Bila tidak dilakukan sterilisasi, anjing betina dapat menggonggong dan menangis terus menerus ketika sedang haid, bersikap tidak tenang, dan menarik perhatian pejantan.
•    Sterilisasi mengurangi kemungkinan pengeluaran biaya ekstra untuk operasi caesar dan biaya perawatan penyakit (seperti kanker rahim, kanker prostat dst ) serta keterpaksaan untuk memberikan anak anjing/kucing kepada orang lain dan resiko perkembangbiakan tak terkendali di rumah anda. 
•    Sterilisasi & Kastrasi mengurangi agresivitas anjing (behavior & temperament issues) dan resiko mereka menggigit orang atau anjing lain. 

Sterilisasi & Kastrasi Baik Untuk Lingkungan
•    Sterilisasi mengontrol populasi anjing & kucing
Dengan sterilisasi kita tidak perlu membuang anak anjing/kucing yang  tidak mendapat pemilik baru atau  resiko pemilik baru yang kurang bertanggung jawab dengan membuang anak anjing/kucing yang sudah kita berikan tersebut. 
•    Sterilisasi mencegah wabah rabies dan penyebaran penyakit lain.
•    Sterilisasi mengurangi pemandangan tidak enak seeperti anjing/kucing liar yang mengorek-ngorek sampah, buang air di jalan umum, dan tertabrak mobil.
•    Sterilisasi & Kastrasi mengurangi jumlah anjing/kucing tak bersalah yang dilempar  batu, disiram air panas, ditendang dan ditembak/diracun orang yang merasa terganggu atas kehadiran mereka karena KITA MEMBIARKAN induk anjing/kucing beranak. 

Apakah anda masih ragu- ragu untuk mensteril anjing/kucing anda?
Apakah anda mendengar bahwa:
•    Sterilisasi kejam, tidak berkeperihewanan dan berbahaya.
Hewan tidak memiliki identitas seksual  seperti manusia yang merasa bahwa mereka harus memiliki organ/pengalaman tertentu untuk menjadi sesuatu (misalnya harus mengalami proses kelahiran untuk menjadi ibu). Hewan bahkan tidak memiliki keinginan untuk menjadi ibu. Sikap keibuan yang ditunjukkan hewan adalah naluri / efek dari hormon oksitisin  yang dihasilkan ketika hewan melahirkan. Sterilisasi adalah operasi yang biasa dilakukan oleh dokter hewan dan sembuh dengan cepat. 

•    Sterilisasi akan mengubah kepribadian anjing.
Kalaupun ada, perubahan kepribadian bersifat positif. Sterilisasi akan menekan keinginan anjing untuk kawin sehingga anjing lebih tenang, tidak mencari-cari masalah untuk berkelahi ataupun berkeliaran mencari pasangan.

•    Anjing/kucing yang disteril menjadi gemuk
Memang ada kecenderungan menjadi gemuk, namun hal ini dapat dicegah dengan mengimbangi kalori yang masuk dengan olahraga yang cukup. Anjing/kucing yang tidak disteril dan makan berlebihan tanpa olahraga yang cukup tetap akan menjadi gemuk tanpa disteril.

•    Anjing/kucing saya adalah ras murni yang mengagumkan, saya ingin anak anjing/kucing yang seperti dia.
Sifat-sifat yang ada pada anjing/kucing tidak menjamin anak-anaknya menjadi serupa seperti induknya.  Bahkan pembiak profesional seringkali harus mengklasifikasi anak anjing/kucing pada kualitas-kualitas tertentu dimana selalu ada anak anjing/kucing kualitas buruk walaupun dibiakkan dari indukan yang baik. Kecuali anda pembiak profesional yang mempelajari tentang pembiakan anjing/kucing, kualitas dan standarisasi serta prestasi anjing/kucing, sebaiknya anda tidak membiakkan anjing/kucing anda. Anjing/kucing ras maupun mixed breed yang jatuh ke tangan pemilik yang tidak bertanggung jawab dengan alasan bosan, kurang waktu dan sebagainya akan hidup sengsara. 

•    Biaya steril mahal
Biaya steril tidak sebanding dengan nilai nyawa yang tidak perlu tersia-sia di jalan, pada rantai dan kandang-kandang kotor; karena meningkatnya jumlah populasi anjing/kucing dan sedikitnya jumlah pemilik yang bertanggungjawab.


PENCEGAHAN PERKEMBANGBIAKAN ANJING/KUCING
Apa Yang Terjadi Setelah Anjing/Kucing Saya Melahirkan??

Dalam kurun waktu 7 tahun, seekor anjing betina dan keturunannya dapat menghasilkan 67.000 ekor anak anjing dan seekor kucing betina dapat menghasilkan 379.192 anak kucing.
Mungkin hanya 10% anak anjing/kucing dari jumlah itu akan mendapatkan pemilik yang bertanggung jawab. Sisanya akan berkeliaran di jalan, tertabrak mobil, mati kelaparan, ditendang dan dilempari batu, ditembak, diracun, dijadikan lawan aduan bagi anjing lain, disembelih  dan jatuh ke tangan pemilik yang salah untuk disiksa dan ditelantarkan.

Sedangkan anjing betina dewasa yang dibiarkan bereproduksi terus menerus kemungkinan besar akan menderita kanker rahim akibat efek hamil dan melahirkan yang tanpa henti. Banyak juga anjing jantan dewasa menderita kanker prostat, yang seharusnya bisa dihindari dengan melakukan kastrasi ketika mereka berusia 6 bulan.

Dengan mencegah anjing/kucing kita untuk bereproduksi terus menerus, kita telah menjadi pemilik yang bertanggung jawab. 

Cara-cara yang dapat dilakukan untuk menjaga populasi anjing/kucing kita pun mudah, yaitu:
1.    Memisahkan anjing/kucing betina dewasa dari anjing/kucing jantan ketika betina sedang haid.
2.    Mengenakan Sanitary Panty (berbentuk celana, dapat dibeli di petshop) pada anjing betina ketika sedang haid untuk menghalangi perkawinan.
3.    Melakukan sterilisasi dan kastrasi pada anjing/kucing dewasa.

Jadi apa yang dapat terjadi setelah anjing/kucing anda melahirkan? 
Yang mungkin terjadi adalah sebagian besar dari keturunannya akan hidup menderita dan mati sia-sia.

*Sumber: iCARE | http://icarecatsanddogs.multiply.com/journal/item/41/Sterilisasi_anjing_Proses_kastrasi_anjing_jantan
 


Comments

laura

Fri, 17 Sep 2010 1:58:46 pm

boleh nanya nggak. aq punya anjing kampung betina usia 1 tahun 3 bulan dan ingin aq steril supaya nggak bisa punya anak. dimana aku bisa steril anjingku dan berapa biayanya. juga untuk suntik rabies. dan apakah ada efek sampingnya? terimakasih.

 

Your comment will be posted after it is approved.


Leave a Reply